Press Conference "Bumi Manusia" | Release Official Cast List

86,510 lượt xem

Cám ơn! Hãy chia sẻ với bạn bè!

URL

Bạn không thích Video này. Cám ơn đã đánh giá!

Sorry, only registred users can create playlists.

URL

Falcon

trong

Giới thiệu

Setelah sukses dengan film-film sebelumnya, Falcon Pictures menghadirkan film berjudul Bumi Manusia,yang diangkat dari novel mahakarya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, buku pertama dari Tetralogi Buru, yang telah sukses dicetak dalam 43 bahasa di seluruh dunia.

Novel Bumi Manusia sendiri ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer ketika ia mendekam di tahanan pulau Buru. Ia menggunakan kertas bekas bungkusan semen untuk menulis kisah Bumi Manusia, sebelum dituliskan pada tahun 1975. Tahun 1980, novel Bumi Manusia sempat beredar bebas, hingga pada tanggal 29 Mei 1980 novel ini dilarang oleh Jaksa Agung.

Novel ini menceritakan kisah roman Minke, seorang pribumi di zaman kolonial Belanda, yang jatuh cinta kepada Annelies, anak blasteran seorang Belanda dengan seorang nyai bernama Nyai Ontosoroh. Ceritanya sendiri berlatar belakang Kebangkitan Nasional sekitar tahun 1890-1918.

Produser Falcon Pictures, Frederica, yang telah sukses menghasilkan film-film sebelumnya seperti Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 dan 2 dan My Stupid Boss, mengaku sangat tersanjung bisa mendapatkan kesempatan untuk memproduksi film yang diangkat dari novel karya legenda sastra Indonesia tersebut. “Film Bumi Manusia adalah satu langkah ke depan yang penting buat Falcon Pictures. Dan ini jadi tantangan buat kami bagaimana film Bumi Manusia akan bisa diterima, bukan hanya oleh pecinta novel ini, tapi juga bisa diterima oleh penikmat film pada umumnya dan generasi muda sekarang,” ungkapnya.

Hanung Bramantyo mengungkapkan bahwa dirinya seakan diserahkan beban yang berat untuk menyutradarai film Bumi Manusia. “Saya harus bisa menyuguhkan film Bumi Manusia ini agar bisa diterima semua kalangan Bagi saya ini tidak mudah” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh putri ketiga Pramoedya Ananta Toer, Astuti Ananta Toer, yang mengungkapkan bagaimana dirinya berharap film ini dapat diserap dunia luar. “Karya-karya Pram (Pramoedya Ananta Toer) dibuat berdasarkan catatan sejarah, statistik, dan riset mendalam. Saya berharap, mungkin juga Pram, setelah menonton film ini penonton akan diberikan kekuatan agar lebih berani, mencintai keadilan dan kebenaran, berpihak kepada yang benar, berpihak kepada yang adil, dan mencintai keindahan,” paparnya.

Film Bumi Manusia sendiri akan mulai syuting pada pertengahan bulan Juli 2018. Produksi dan pengambilan gambar akan dilaksanakan di dua negara, yaitu Indonesia (Yogjakarta dan Semarang) dan Belanda.*